Tanda diterimanya Amal Ibadah

Ketika Allah memberi kemudahan kepada kita untuk melaksanakan berbagai ketaatan dan amal kebaikan maka itu merupakan suatu kenikmatan yang besar yang diberikan kepada kita selaku hambanya yang mukmin, yaitu nikmat taufiq. Namun ada satu nikmat yang lebih penting di dalam Islam dari nikmat taufiq, yaitu nikmat qobul atau diterimanya amal ibadah kita oleh Allah Azza wa Jalla.

Para salaf dahulu merasa takut kalau-kalau amal ibadah mereka tidak diterima oleh Allah SWT. Seorang sahabat Nabi yang bernama Fadhalah bin Ubaid pernah berkata:

لأن أكون أعلم أن الله قد تقبل مني مثقال حبة من خردل أحبُّ إليَّ من الدنيا وما فيها؛ لأن الله يقول: {إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ}.

“Sekiranya aku mengetahui Allah menerima dariku sedikit saja dari ketaatanku, niscaya itu aku lebih cintai daripada dunia seisinya”

Apalah arti sebuah amal kebaikan kalau tidak diterima oleh Allah. Di dunia yang didapat hanyalah lelah, sementara di akhirat tidak ada gunanya dan Allah menjadikannya bagai debu yang beterbangan.

Ini pula yang menyebabkan salah seorang ulama salaf pernah berkata,

طُوبَى لِمَنْ تُقُبِّلَتْ مِنْهُ صَلَاةٌ وَاحِدَةٌ

“beruntunglah orang yang diterima darinya walau satu sholat saja”

Bertambah ketaatan setelah melakukan sebuah ketaatan

Apabila setelah menjalankan serangkaian amal ibadah atau ketaatan kepada Allah seseorang semakin giat untuk melaksanakan amal kebaikan dan ketaatan-ketaatan setelahnya, maka itu pertanda amalnya diterima oleh Allah. Hal ini merupakan suatu bentuk kemuliaan yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya yang mukmin.

Apabila seusai melaksanakan ibadah haji seseorang semakin rajin beribadah dan giat melaksanakan ketaatan kepada Allah, itu merupakan salah stau indikasi diterimanya amal ibadahnya oleh Allah.

Ketika setelah melaksanakan ibadah puasa, seseorang semakin bergairan untuk melakukan amal ibadah dan berbagai kebajikan itu juga salah tanda diterimanya amal ibadahnya oleh Allah

Apabila setelah menunaikan sholat dengan sebaik-bainya seseorang semakin baik ibadahnya dan menjauhkan dia dari perbuatan maksiat dan dosa, maka itu juga merupakan salah satu tanda diterimanya sholatnya. Sebab sholat yag baik adalah sholat yang mampu mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar.

Syadad bin Aus, seorang sahabat Nabi, mengatakan

“إذا رأيت الرجل يعمل بطاعة الله فاعلم أن لها عنده أخوات, وإذا رأيت الرجل يعمل بمعصية الله, فاعلم أن لها عنده أخوات, فإن الطاعة تدل على أختها وإن المعصية تدل على أختها

Ketika engkau melihat seseorang melakukan ketaatan kepada Allah, maka ketahuilah, bahwa ketaatan itu memiliki saudara-saudaranya (yang akan mendorongnya melakukan ketaatan-ketaatan lainnya). Dan apabila engkau melihat seseorang melakukan kemaksitan kepada Allah, maka ketahuilah, bahwa kemaksiatan yang ia lakukan itu memiliki saudara-saudara (yang akan mendorongnya melakukan kemaksiatan-kemaksiatan lain sesudahnya)

Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan membimbing kita ke jalan yang di ridhoiNya. Aamiin / [Abu Ammar Imron Mahmud]

Be the first to comment on "Tanda diterimanya Amal Ibadah"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: