Menikmati Lezatnya Islam dan Manisnya Iman

Ada dua macam nikmat yang hakiki, pertama nikmat iman, kedua nikmat Islam.  Kedua nikmat yang apabila didapat seseorang maka ia akan selamat dan berbahagia dunia dan akhirat.

Nikmat Islam dan manisnya iman tidak didapat oleh semua orang. Ada kalanya seseorang itu muslim dan menyatakan dirinya mukmin, tidak serta merta ia bisa merasakan nikmat keduanya.

Tidak ada ciri zahir seseorang itu mendapat nikmat Iman dan Islam. Tetapi ada beberapa ciri yang bisa kita dapati dalam diri kita sendiri untuk mengetahui apakah kita mendapat nikmat yang hakiki tersebut ataukah tidak. Diantara ciri-ciri orang yang mendapat kelezatan Islam dan iman, antara lain; dia berbahagia apabila berada pada shof awal ketika sholat berjamaah. Dia merasa bahagia apabila bisa mengerjakan qiyamul-lail, sholat dhuha, membaca AL-Quran satu hari satu juz atau lebih, merasa bahagia pabila telah berbuat baik kepada orang-orang miskin dan fakir. Merasa tentram apabila berada ditengah orang-orang sholeh, merasa tenang apabila berada di tengah-tengah majelis ilmu dan lain sebagainya, dan lain sebagainya.

Diantara ciri-ciri orang yang mendapat kelezatan Islam dan iman, antara lain; dia berbahagia apabila berada pada shof awal ketika sholat berjamaah. Dia merasa bahagia apabila bisa mengerjakan qiyamu-lail, sholat dhuha, membaca AL-Quran satu hari satu juz atau lebih, merasa bahagia pabila telah berbuat baik kepada orang-orang miskin dan fakir

Orang-orang seperti itu apabila merasakan kebahagian dan ketenangan semacam itu dalam hatinya ia ingin kebahagian dan ketenangan itu tetap abadi dalam jiwanya. Ia tidak ingin kebahgaiaan itu sirna dari dalam dirinya. Itulah nikmatnya Islam dan manisnya iman.

Maka ia berdoa, dengan doa yang diajarkan oleh Nabinya Shollallohu alaihi wa sallam, “Allohumma inni a’uudzu bika min zawaali ni’matik”

“Yaa Allah aku berlindung kepadamu dari hilangnya kenikmatan yang engkau berikan kepadaku”

Orang yang sudah merasakan manisnya iman dan islam seperti ini ingin senantiasa diberi kekuatan oleh Allah untuk untuk melaksanakan ketaatan kepadaNya, sebagai sebab mendapatkan lezatnya islam dan manisnya iman.

Tidak henti-hentinya dia berdoa, “Yaa Muqollibal Quluubi Tsabbit qolbii ‘alaa diinika”

Wahai Yang Maha Membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku diatas ketaatan kepada-Mu”

Aamiin…

Be the first to comment on "Menikmati Lezatnya Islam dan Manisnya Iman"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: