Berburu Karomah

Banyak orang yang memimpikan punya karomah. Anggapan mereka karomah identik dengan bisa menghilang, berjalan di atas air atau kebal dibacok. Bagi mereka, karomah identik dengan kejadian luar biasa.

Apa yang mereka asumsikan tidak salah, namun juga tidak sepenuhnya benar. Kalau sekedar bisa menghilang tukang sulap pun bisa melakukan. Dan itu bukan karomah. Kalau sekedar bisa berjalan di atas air tukang sihir pun bisa melakukan. Dan itu juga bukan karomah. Kalau sekedar kebal dibacok pemain debus pun bisa kebal, dan itu bukan karomah. Apalagi siroh menceritakan bahwa Nabi kita ternyata tidak kebal dengan senjata. Terbukti gigi beliau sempat tanggal terkena lemparan baju besi dalam sebuah peperangan.

Karomah yang sebenarnya adalah ketika seseorang bisa konsisten dan ajeg dalam melaksankan ketaatan kepada Allah. Bahasa syar’inya, bisa istiqomah.

Bukankah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Sikap istiqomah, itu lebih baik daripada seribu karomah. Dan adanya karomah, didapat dengan sikap istiqomah”

Dan ternyata untuk bisa istiqomah dalam ketaatan kepada Allah bukan perkara mudah. Karenanya Allah menjanjikan sorga. Kalau lah ia perkara yang mudah, tentu bukan sorga hadiahnya. Tapi sepeda angin 😁

Be the first to comment on "Berburu Karomah"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: