Agama ini Mudah, Jangan Dibuat Sulit

Allah adalah Tuhan Yang Maha Pengasih, juga Maha Penyayang. Di antara wujud kasih sayang-Nya Ia menurunkan perangkat aturan kehidupan untuk umat manusia. Aturan itu bernama Islam. Agama yang disampaikan melalui risalah Nabi Muhammad SAW untuk kemaslahatan dan kebaikan manusia. Dari Tuhan yang menciptakan Manusia.

Sebagai Sang Pencipta Ia tahu kemampuan dan kapasitas makhluk ciptaannya, manusia. Karena itu Ia membuat aturan yang mudah untuk dijalankan oleh manusia. Aturan itu adalah syari’at Islam yang bersumber pada Kitabullah Al-Quran dan sunnah Nabi-Nya. Kemudahan menjalankan syariat itu memang yang kehendaki oleh Allah. Sebagaimana Ia berfirman,

يُرِيدُ اللَّـهُ أَن يُخَفِّفَ عَنكُمْ وَخُلِقَ الْإِنسَانُ ضَعِيفًا

“Allah menginginkan kemudahan untuk kalian. Dan manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah” (Qs. An-Nisaa 28)

Sungguh, agama ini mudah. Mudah untuk dijalankan. Mudah pula untuk diamalkan. Meski demikian, seseorang tidak boleh menganggap remeh dan menggampangkan urusan agama. Karena meremehkan dan menggampangkan urusan agama merupakan salah satu ciri orang munafik. Orang munafik itu, apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Bermalas-malasan dalam menjalankan sholat adalah bentuk menggampangkan urusan agama. Disebut munafik karena Allah sendiri yang mensifati demikian dalam Surat An-Nisaa: 142

Agama ini mudah. Mudah untuk diamalkan. Justru orang-orang yang mengadakan hal-hal baru dalam ajaran agama yang tidak pernah ada tuntunannya dari Al-Qur’an dan As-Sunnah lah yang membuat agama ini menjadi sulit. Membuat hal-hal baru dalam perkara agama itu bid’ah namanya. Dan perilaku tabdi’ atau membuat bid’ah adalah perilaku yang menyimpang dan sesat dilihat dari sudut pandang syariat agama. Yang demikian karena membuat bid’ah dinilai sebuah kelancangan yang dilakukan manusia kepada Allah dan rasul-Nya.

Berbagai kemudahan itu memang Allah berikan dengan maksud yang mulia. Pertama, agar manusia dapat menjalankan agama tanpa susah payah. Kedua, memotivasi manusia untuk menjalankan perintah agama yang memang mudah untuk dilaksanakan.

Kalau diperhatikan, setiap ibadah dalam agama Islam disediakan berbagai kemudahan. Sebagai contoh, bila bersuci dalam kondisi normal kita diharuskan menggunakan air. Namun dalam kondisi sulit boleh bertayammum dengan debu. Bila tidak mampu sholat sambil berdiri, boleh sholat dilakukan dalam keadaan duduk. Bahkan diperbolehkan dengan berbaring apabila tidak memungkinkan untuk berdiri dan duduk.

Addiinu samaahah. Prinsip agama adalah kemudahan. Karenanya agama tidak menghendaki seseorang mempersulit diri dalam menjalankan agama. Apabila dia tidak mampu, hendaknya ia menjalankan perintah agama sesuai kadar kemampuannya.

Suatu ketika, Rasulullah SAW menjumpai seutas tali terikat kencang di antara dua tiang masjid. Beliau terheran. Lalu bertanya kepada  sahabat, “Tali apa ini?” Salah satu dari mereka menjawab, “Tali milik Zainab wahai Nabi. Apabila ia lelah ia berpegangan pada tali ini”

Nabi pun paham. Zainab binti Jahasy bin Ri’ab Al-Asadiyyah sepupu sekaligus istri beliau adalah sosok wanita yang sangat taat. Terlebih dalam mendirikan sholat.  Kemudian, dengan penuh kasih sayang Nabi bersabda, “Janganlah engkau lakukan ini. Lepas saja tali ini. Hendaklah (siapa pun) kalian salat sesuai dengan kemampuannya. Ketika lelah, maka duduklah.”

Be the first to comment on "Agama ini Mudah, Jangan Dibuat Sulit"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: